Kredit Macet

Apa Itu Kredit Macet dan Bagaimana Dampaknya Terhadap Bank?

By: Hafif

Fasilitas kredit merupakan hal yang cukup banyak dimanfaatkan oleh masyarakat untuk keperluan sehari-hari. Baik digunakan untuk memenuhi kebutuhan primer maupun untuk kebutuhan tersier. Banyaknya situs pinjaman online yang menawarkan pinjaman uang tunai dengan cara yang mudah dan praktis, juga mendukung gaya hidup masyarakat saat ini yang bergantung dengan pinjaman. Meskipun begitu, bukan berarti bank tidak lagi diminati oleh masyarakat untuk dijadikan sumber dana, sebab masih cukup banyak masyarakat yang tetap memilih bank karena faktor yakin dengan profesionalitasnya.

Hal ini tentunya memberikan keuntungan pada bank, karena untuk dapat bertahan hidup bank harus bisa mengatur cash flow-nya melalui produk kredit yang ditawarkannya pada nasabah. Sayangnya, hal ini juga bisa menjadi boomerang bagi bank ketika mendapatkan nasabah yang mengalami kredit macet. Apa itu kredit macet? Dan bagaimanakah pengaruhnya terhadap bank? Berikut ini adalah penjelasannya.

Kredit Macet

Kredit macet adalah suatu kondisi dimana debitur tidak melunasi kewajiban hutangnya pada pihak kreditur dalam jangka waktu tertentu. Biasanya, bank akan memberikan dispensasi beberapa saat sebelum menyatakan kredit sebagai kredit macet. Dalam jangka waktu ini, pihak bank akan menghubungi debitur untuk mengingatkan agar membayar tagihannya dan terkadang akan meminta bantuan debt collector. Seringkali, bank bahkan akan menawarkan pengurangan nilai tagihan pada beberapa debitur yang selama ini memiliki konduite baik. Semua hal tersebut sebenarnya dilakukan oleh bank bukan hanya demi membantu sang debitur saja, tetapi juga untuk mengamankan pihak bank dari kredit macet ini. Sebab, ika sebuah bank memiliki terlalu banyak kredit macet maka bank tersebut akan dinyatakan memiliki masalah.

Dalam dunia perbankan, kredit macet ini disebut dengan NPL (Non-Performing Loan) dan menjadi dasar atau indikator penilaian apakah sebuah bank sehat atau bermasalah. Semakin rendah NPL maka bank tersebut akan dikatakan sehat dan jika yang terjadi adalah sebaliknya, maka keberlangsungan bank tersebut akan terancam. Itulah mengapa bank sangat berhati-hati saat memberikan kredit pada nasabah dan non-nasabahnya. Hanya orang yang dianggap memiliki kemampuan untuk membayar saja yang akan diterima pengajuan kreditnya. (Vita)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to Top