Site icon

Evakuasi Kapal Saat Darurat: Apa yang Harus Dilakukan Penumpang?

Evakuasi Kapal Saat Darurat

Proses evakuasi korban di kapal feri. (Gambar: Niken/Beritakaltim.co)

Perjalanan menggunakan kapal menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Indonesia. Sebagai negara kepulauan, Indonesia menggunakan kapal penyeberangan setiap hari untuk menghubungkan berbagai wilayah.

Meski perjalanan laut memiliki prosedur keselamatan, keadaan darurat tetap dapat terjadi. Dalam kondisi seperti ini, pengetahuan dasar mengenai evakuasi kapal dapat membantu penumpang mengikuti arahan awak kapal dan petugas penyelamat dengan lebih tertib.

Apa Itu Evakuasi Kapal?

Evakuasi kapal adalah proses memindahkan penumpang dan awak dari kapal menuju tempat yang lebih aman ketika kapal mengalami keadaan darurat.

Proses tersebut dapat dilakukan melalui berbagai metode sesuai kondisi di lapangan. Keputusan mengenai cara evakuasi berada di tangan awak kapal dan petugas penyelamat yang menangani keadaan darurat.

Penumpang sebaiknya tidak menentukan sendiri metode penyelamatan tanpa mengikuti instruksi petugas.

Apa yang Harus Dilakukan Penumpang Saat Keadaan Darurat?

Ketika keadaan darurat terjadi, penumpang perlu tetap tenang dan memperhatikan informasi dari awak kapal.

Beberapa langkah dasar yang dapat dilakukan antara lain:

1. Dengarkan Instruksi Awak Kapal

Awak kapal memiliki informasi mengenai kondisi kapal dan prosedur yang harus dilakukan.

Karena itu, penumpang sebaiknya mengikuti pengumuman serta arahan petugas dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

2. Kenali Jalur Evakuasi

Penumpang sebaiknya memperhatikan petunjuk jalur keluar dan lokasi berkumpul sejak awal perjalanan.

Mengetahui jalur tersebut dapat membantu ketika penumpang harus berpindah dari area tertentu menuju lokasi yang lebih aman.

3. Jangan Berdesakan

Dalam kondisi darurat, kepanikan dapat membuat proses evakuasi menjadi lebih sulit.

Penumpang sebaiknya bergerak mengikuti arahan petugas dan tidak saling mendorong.

4. Perhatikan Anak-Anak dan Penumpang yang Membutuhkan Bantuan

Anak-anak, lansia, serta penumpang yang membutuhkan bantuan memerlukan perhatian khusus selama proses evakuasi.

Namun, bantuan tetap harus dilakukan dengan mengikuti arahan petugas agar tidak menghambat jalannya operasi penyelamatan.

5. Gunakan Peralatan Keselamatan Sesuai Petunjuk

Kapal penyeberangan memiliki berbagai perlengkapan keselamatan yang disiapkan untuk menghadapi keadaan darurat.

Penumpang sebaiknya menggunakan perlengkapan tersebut sesuai instruksi awak kapal.

Bagaimana Proses Evakuasi Kapal Dilakukan?

Proses evakuasi dapat berbeda tergantung jenis keadaan darurat, posisi kapal, kondisi cuaca, jumlah penumpang, dan ketersediaan kapal atau sarana penyelamat di sekitar lokasi.

Dalam kondisi tertentu, kapal lain yang berada di sekitar lokasi dapat membantu proses penyelamatan. Tim pencarian dan pertolongan juga dapat mengerahkan kapal, perahu, atau sarana lainnya sesuai kebutuhan operasi.

Karena itu, evakuasi kapal bukan hanya pekerjaan awak kapal, tetapi dapat melibatkan banyak unsur ketika keadaan darurat membutuhkan bantuan dari luar.

Belajar dari Evakuasi KMP Putri Yasmin

Pentingnya koordinasi dalam evakuasi terlihat dalam insiden KMP Putri Yasmin yang terbakar di Selat Lombok pada 12 Agustus 2026.

Kapal tersebut sedang melakukan perjalanan dari Padangbai, Bali, menuju Lembar, Lombok, ketika kebakaran dilaporkan terjadi pada dini hari. Tim SAR kemudian mengerahkan sejumlah kapal untuk membantu proses penyelamatan.

Badan SAR juga mengerahkan KN SAR Arjuna dan helikopter untuk mendukung operasi pencarian dan pemantauan dari udara. Sementara proses evakuasi dilakukan oleh kapal-kapal yang berada di sekitar lokasi.

Dalam laporan awal, proses evakuasi juga dibantu oleh kapal lain, termasuk KMP Port Link, kapal TNI AL, yacht yang berada di sekitar lokasi, serta nelayan setempat.

Baca juga: Tim SAR berpacu mengevakuasi penumpang KMP Putri Yasmin

Mengapa Koordinasi Penting dalam Evakuasi?

Keadaan darurat di laut memiliki tantangan yang berbeda dengan keadaan darurat di darat.

Jarak, kondisi gelombang, cuaca, posisi kapal, dan ketersediaan sarana penyelamat dapat memengaruhi proses evakuasi.

Karena itu, koordinasi antara awak kapal, tim SAR, otoritas pelabuhan, kapal bantuan, dan unsur lainnya menjadi bagian penting dalam operasi penyelamatan.

Apa yang Sebaiknya Disiapkan Sebelum Naik Kapal?

Keselamatan sebenarnya sudah dimulai sebelum kapal berangkat.

Penumpang dapat melakukan beberapa hal sederhana, seperti:

Langkah tersebut tidak menjamin seseorang terhindar dari keadaan darurat, tetapi dapat membantu penumpang lebih siap menghadapi situasi yang tidak terduga.

Kesimpulan

Evakuasi kapal membutuhkan koordinasi antara awak kapal, penumpang, dan petugas penyelamat. Dalam kondisi darurat, penumpang sebaiknya tetap tenang, mengikuti instruksi petugas, dan menggunakan jalur serta perlengkapan keselamatan sesuai arahan.

Insiden KMP Putri Yasmin juga menunjukkan bahwa operasi penyelamatan di laut dapat melibatkan banyak pihak, mulai dari tim SAR hingga kapal lain yang berada di sekitar lokasi.

Karena itu, memahami informasi keselamatan sebelum perjalanan merupakan langkah sederhana yang penting bagi setiap penumpang kapal.